You must have JavaScript enabled in order to use this theme. Please enable JavaScript and then reload this page in order to continue.
Loading...
Logo Desa Letmafo
Desa Letmafo

Kec. Insana Tengah, Kab. Timor Tengah Utara, Provinsi Nusa Tenggara Timur

TKOENOK TEAM TEO LETE MAFON MA NUNHA MAFON ES PAHA USAN MA PAHA TNANAN LETMAFO

Bupati Timor Tengah Utara Lepas Karnaval Budaya Menyongsong HUT ke-81 Republik Indonesia Tingkat Kecamatan Insana Tengah di Desa Letmafo

Admin Desa Letmafo 15 Agustus 2026 Dibaca 125 Kali
Bupati Timor Tengah Utara Lepas Karnaval Budaya Menyongsong HUT ke-81 Republik Indonesia Tingkat Kecamatan Insana Tengah di Desa Letmafo

Letmafo.desa.id- Carnaval Budaya dalam rangka menyambut HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia Tahun 2026, Kecamatan Insana Tengah, Kabupaten Timor Tengah Utara, NTT.

Karnaval Budaya tingkat Kecamatan Insana Tengah dilaksanakan pada jumat, 14 Agustus 2026. Pada Karnaval kali ini panitia melibatkan Lembaga desa, Lembaga BPD, Instansi terkait, pelajar, masyarakat, organisasi bela diri, hingga lintas sektor.

Kegiatan tersebut dipusatkan di Sonaf Maubes, Desa Letmafo. Tepat pada pukul 14.00 Wita ( jam 2 siang) peserta karnaval dilepas menuju Lapangan Kantor Camat Insana Tengah oleh Bupati TTU, Yosep Falentinus D. Kebo, S.IP., M.A. Tema yang di ambil dalam Karnaval tahun ini adalah dengan Menampilkan pakaian adat, tarian gong dan bidu, serta hasil lokal di seluruh Kecamatan Insana Tengah.

Kegiatan kali ini tidak hanya menjadi hiburan masyarakat di wilayah Insana Tengah, tetapi juga menjadi panggung pertunjukan untuk memperkenalkan dan mempertahankan kekayaan budaya lokal terkhusunya budaya Insana.

Dalam sambutannya, Bupati TTU Falen Kebo menyanpaikan pentingnya melestarikan budaya Insana dan tetap menjaga nilai-nilai budaya serta merawat warisan budaya yang telah diwariskan oleh para leluhur.

“Saya mengajak para kaum muda untuk tetap menjaga warisan budaya Insana serta melesatarikannya sebagai penerus bangsa dan pewaris budaya”, tegas Falen Kebo.

Mengakhiri pesan singkatnya, Bupati TTU didampingi oleh Camat Insana Tengah melakukan pelepasan sepasang burung merpati sebagai tanda dimulainya karnaval budaya tingkat kecamatan Insana Tengah.

Karnaval diikuti berbagai kontingen dari 7 Desa, Badan Permusyawaratan Desa (BPD), Instansi terkait, pelajar tingkat SD, SMP, SMA, Organisasi Bela Diri, tokoh adat serta sebagian masyarakat se-Kecamatan Insana Tengah.

Para peserta Karnaval menempuh rute start dari Sonaf Maubes, Desa Letmafo, menyusuri Jalan Trans Timor menuju pertigaan cabang Maubesi, jalur menuju Paroki Maubesi, hingga berakhir di Lapangan Kantor Camat Insana Tengah.

Sepanjang perjalanan, seluruh peserta menampilkan atraksi dan pertunjukan yang telah disiapkan sebagai bentuk semangat 45 dalam menyambut HUT ke-81 kemerdekaan Indonesia.

Keunikan dan daya tarik utama dalam karnaval kali ini datang dari kontingen Desa Letmafo yang menampilkan kreativitas tinggi, mulai dari busana adat yang unik serta mengangkat kearifan lokal, mengenalkan produk yaitu minuman lokal Tua Nakaf Insana.

Dalam atraksi tersebut, Kontingen Desa Letmafo dalam hal ini Pemuda taruna Letmafo menyampaikan isyarat kepada Pemerintah bahwa minuman lokal  bukan minuman ilegal atau minuman haram yang ketika di konsumsi akan merusak kehidupan seseorang, melainkan pesan mendalam yg disampaikan adalah bahwa sopi(Tua Nakaf Insana )adalah salah satu warisan budaya yang perlu di junjung tinggi.

Tua Nakaf Insana (TNI) sudah menjadi kebiasaan atau tradisi orang Timor. Biasanya digunakan dalam upacara adat perkawinan dan upacara adat lainnya sebagai bentuk suatu kebersamaan. Tanpa Sirih pinang dan sopi maka upacara adat dan suatu hajatan besar tidak dapat terlaksana.

Makna dan Fungsi Budaya

Sopi merupakan:

  1. Simbol Adat: Menjadi syarat sah dan media penting dalam ritual adat, belis (mahar), lamaran, hingga upacara upacara penting lainnya.
  2. Perekat Sosial: Dihidangkan saat menyambut tamu penting atau musyawarah warga untuk meredam konflik dan mempererat kebersamaan serta mendamaikan.
  3. Ekonomi Lokal: dijaman modern Sopi merupakan minuman beralkohol lokal sebagai penopang perekonomian keluarga masyarakat Insana. Ada ungkapan yang mengatakan demikian "Mengubah Sopi menjadi Toga". Setiap tetes sopi yang terjual langsung menjadi uang SPP, seragam, buku tulis, hingga biaya indekos anak yang berkuliah di kota- kota besar. Banyak anak-anak dari penjual sopi yang berhasil lulus sarjana, menjadi PNS, guru, TNI/Polri, perawat, dokter bahkan pejabat daerah.

“Hari ini kami dari kaum muda Letmafo membawa sopi bukan untuk mempromosikan ALKOHOL. Bukan mempromosikan minuman yg di anggap sebagai minuman yg haram, minuman yang membuat hidup menderita. Kami disini membawa sopi sebagai jati diri kami, warisan budaya leluhur kami yang harus di junjung tinggi. Kami bangga membawa hasil lokal kami, budaya kami, jati diri kami, warisan budaya kami”, tegas salah satu pemuda taruna Desa Letmafo.

Kegiatan tersebut dihadiri  Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kabupaten TTU, Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesra Setda TTU, Camat Insana Tengah, Kapolsek Insana, Perwakilan Danramil 1618/04 Bisel, Para Kepala Desa, Para Ketua BPD, Kepala Puskesmas Maubesi, Para Kepala Sekolah, rohaniwan, tokoh adat, tokoh masyarakat se-Kecamatan Insana Tengah.

Kegiatan karnaval Budaya berlangsung aman dan lancar dari awal hingga akhir. Karnaval Budaya Insana Tengah menunjukkan bahwa semangat kemerdekaan dapat dirawat melalui cara yaitu melestarikan tradisi, memperkenalkan keragaman pakaian adat dan seni, mempererat persaudaraan, serta menumbuhkan rasa cinta tanah air dan kebanggaan lokal di tengah masyarakat.(*)

Beri Komentar
Komentar baru terbit setelah disetujui oleh admin
CAPTCHA Image