Letmafo.desa.id-Pemerintah Desa Letmafo menghadiri acara serah terima bantuan irigasi Kelompok Tani Keba bertempat di Aula Noemeto Kefamenanu, Jumat (28/11/25).
Balai Wilayah Sungai (BWS) Nusa Tenggara II, Direktorat Jenderal SDA, melakukan penyerahan Pekerjaan Program Percepatan Peningkatan Tata Guna Air Irigasi (P3TGAI) kepada Kelompok Tani KEBA.
Penyerahan kepada 3 kelompok tani yang ada di Wilayah Kabupaten TTU yang telah menyelesaikan pekerjaannya 100% masing-masing Desa Letmafo, Kelurahan Tubuhue, Desa Naob serta beberapa kelompok Tani yang berasal dari daerah lain seperti kota kupang, Kabupaten Alor, Kabupaten Malaka dan Kecamatan Batu Putih Soe.
Rangkaian acara pada serah terima tersebut berlangsung sederhana dan puncaknya dilakukan penandatanganan Berita Acara serah terima pekerjaan masing-masing oleh Kepala Balai Besar Wilayah Sungai Nusa Tenggara II Bapak Parlinggomang Simanungkalit, S.T.,MPSDA, Kepala Satuan Kerja Satker SDA NT II Bapak Nahason Hariandja, S.T.,M.T Camat Kota Kefamenanu dan Para Kepala Desa dari 3 Desa, Ketua P3A dan KMB (Konsultan Manajeman Balai).
Dalam sambutannya Kepala Balai Besar Wilayah Nusra II, Parlinggomang Simanungkalit mengatakan melalui penyerahan pekerjaan ini menandakan bahwa kegiatan P3TGAI ini telah berhasil dilaksanakan dengan baik. P3TGAI merupakan program pemberdayaan masyarakat desa, yang bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakatnya dengan sumber dana APBN.
Setiap kelompok tani mendapatkan dana sebesar Rp. 195 juta yang digunakan untuk meningkatkan jaringan irigasi dari saluran tanah menjadi saluran pasangan. Penentuan lokasi dilakukan dengan prioritas kriteria lahan yang mempunyai sumber air dan bukan lahan tadah hujan. Selanjutnya Beliau mengharapkan agar kelompok tani maupun masyarakat dapat menjaga saluran yang telah dibangun ini sehingga berumur panjang dan dapat menjadi warisan bagi anak cucu kita sekalian.
Saat ini Irigasi Keba sudah beroperasi secara 100% dan sudah mengairi lahan persawahan yang ada di wilayah Dusun I-Desa Letmafo. Dengan bantuan irigasi ini, masyarakat Keba kembali menjadikan lahan mereka sebagai persawahan yang sudah 5 tahun lahannya tertidur.