Letmafo.desa.id- Pada hari ini senin, tanggal 13 Oktober 2025 bertempat di Pendopo Kepala Desa Letmafo, telah dilaksanakan Pelantikan JAPAMTEKENPRO (Jaringan Perempuan Anti Migrasi Tenaga Kerja Non Prosedural) Desa Letmafo.
Lembaga JAPAMTEKENPRO dibentuk melalui Program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (PPK Ormawa) Kementrian Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi Republik Indonesia Tahun 2025 yang dilaksanakan oleh Tim dari Himpunan Mahasiswa Program Studi (HMP) Ilmu Pemerintah, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Timor.
Pelantikan ini menetapkan 23 orang Anggota JAPAMTEKENPRO, dengan struktur yang terdiri dari Ketua, Sekertaris, Bidang Pendataan, Bidang Edukasi, Bidang Pendampingan, Bidang Pengawasan dan Pelapor, serta Bidang Humas dan Kerjasama. Dengan ini, seluruh Anggota JAPAMTEKENPRO resmi dilantik dan berkewajiban melaksanakan tugas dan fungsi seturut janji yang telah di ucapkan.
Pelantikan ini di pimpin langsung oleh Wakil Bupati Timor Tengah Utara Bapak Kamilus Elu,S.H, didampingi oleh Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan & Alumni Unimor Bpk Dr.Marianus Falo,S.P.,M.Si, ketua HMP Ilmu Pemerintahan Bpk Oktovinaus Amfotis, Wakil Dekan I Fisipol Unimor Bpk Agustinus Longo Tiza,S.Sos.,M.Pd, Direktris Yayasan Tapen Bikomi Ny.Mawar Suryani Pohan,S.Pd.,M.Pd, Kepala Kepolisian Resor TTU AKBP Eliana Papote,S.I.K.,M.M yang diwakili oleh Kapolsek Insana, Kepala Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi Kab.TTU Bpk Drs.Simon Soge, Camat Insana Tengah Bpk Aloysius Neno,S.Sos, Kepala Desa Letmafo Bpk Donatus Nesi,S.Pd, Ketua BPD Desa Letmafo Silvester Sene serta para Tokoh adat Sonaf Maubes.
Dalam sambutannya Wakil Bupati TTU mengapresiasi para mahasiswa Unimor bidang Fisipol yang telah membuat lembaga ini sebagai perlindungan terhadap kaum perempuan.
"Sungguh luar biasa adik adik mahasiswa yang sudah menginisiasi lembaga ini untuk melindungi kaum perempuan yang bekerja di luar negeri dengan jalur ilegal. Dengan adanya lembaga ini, maka nantinya akan mengurangi resiko para kaum wanita yang akan pergi bekerja dengan jalur ilegal. Hari ini saya melantik perempuan-perempuan hebat yang akan menjadi relawan JAPAMTEKENPRO, diharapkan agar menjalankan tugas sesuai dengan tupoksi masing-masing. Saya tadi mendengar dari sambuatan kepala Desa Letmafo bahwa angka tertinggi itu ada di Letmafo, diharapkan agar setelah ada relawan JAPAMTEKENPRO ini, angka yang tinggi itu bisa menurun dalam beberapa tahun kedepan. Saat ini Letmafo menjadi role model untuk desa desa lain, kita berharap semoga dengan adanya lembaga ini, mama mama kita yang akan pergi ke luar melalui jalur yang benar sehingga terhindar dari jalur perdagangan orang".
Kegiatan ini di akhiri dengan advokasi dasar terhadap ke 23 pengurus JAPAMTEKENPRO, mempelajari hal-hal yang prosedur sebelum keberangkatan keluar negeri sehingga para pengurus ini akan menjadi corong di desa serta mengedukasi semua orang yang akan bekerja di luar negeri.